Dasar-Dasar Copywriting untuk Pemula & Efek ke Penjualan

Pernah nggak kamu baca sebuah iklan, terus tiba-tiba jadi pengen beli padahal awalnya nggak kepikiran sama sekali? Nah, itu karena “senjata rahasia” yang namanya copywriting.

Apa Itu Copywriting?

Copywriting itu seni nulis kata-kata yang bisa menggerakkan orang buat ngelakuin sesuatu. Bisa beli produk, daftar kelas, klik link, atau bahkan sekadar follow akunmu.

Kalo saya sering bilang, copywriting ini adalah cara kita komunikasikan manfaat dan fungsi produk lewat tulisan agar mereka mengerti dan memahami produk dengan baik sehingga mau membeli.

Kenapa Copywriting Penting Buat Jualan?

Banyak orang mikir jualan online itu cuma soal produk bagus. Padahal kenyataannya:

  • Produk bagus tanpa copywriting = sering tenggelam.
  • Produk biasa aja tapi copywritingnya jago = bisa laris manis.

Karena di dunia digital, kata-kata adalah senjata utama. Kata-kata itulah yang bikin orang berhenti scroll, baca iklanmu, dan akhirnya klik tombol beli.

Basic Copywriting untuk Pemula

Kalau kamu masih baru, jangan keburu mikir teknik yang ribet. Cukup pahami hal-hal dasar ini dulu:

1. Kenali Audiensmu

Tanya dulu: siapa yang mau kamu ajak ngobrol? Contoh:

  • Jual skincare → targetnya cewek usia 18–30.
  • Jual kelas parenting → targetnya ibu muda.

Kalau kamu nggak tahu siapa yang diajak ngomong, tulisanmu bakal terasa hambar & gak relevan sesuai dengan target market.

2. Fokus ke Manfaat, Bukan Fitur

Orang nggak peduli produknya “pakai teknologi terbaru” atau “video HD 4K”. Mereka lebih peduli: “Apa untungnya buat aku?”

  • Fitur: “Ebook 100 halaman.”
  • Manfaat: “Belajar teknik marketing praktis tanpa ribet, cukup baca 5 menit per hari.”

3. Buat Headline yang “Nendang”

Headline itu ibarat pintu masuk. Kalau pintunya nggak menarik, orang males buka.
Contoh:

  • Biasa aja → “Kursus Public Speaking Online.”
  • Lebih nendang → “Takut Grogi Saat Bicara di Depan Orang? Yuk Belajar Public Speaking Tanpa Canggung!”

4. Tambahin Call to Action (CTA)

Jangan lupa kasih ajakan yang jelas. Misalnya:

  • “Klik tombol ini buat daftar sekarang.”
  • “Coba gratis hari ini, jangan nunggu besok.”

Contoh Konkret: Bedanya Copywriting Biasa vs yang Menggoda

Tanpa copywriting:

“Kami menjual kursus online desain grafis. Durasi 10 jam. Materi lengkap.”

Dengan copywriting:

“Mau jago desain grafis tanpa harus kuliah mahal?
Cukup luangkan 1 jam per hari, kamu bisa bikin desain kece yang bikin kagum klienmu.
Yuk mulai sekarang, klik tombol daftar dan belajar bareng trainer profesional!”

Bedanya kerasa kan? Versi pertama kayak ngasih info doang, sedangkan versi kedua ngajak ngobrol langsung + fokus ke manfaat.

Dampaknya ke Penjualan

Kalau copywritingmu tajam:

  • Orang lebih gampang percaya.
  • Iklanmu lebih stand out di tengah banjir konten.
  • Closing jadi lebih banyak → artinya omzet naik.

Itulah kenapa copywriting disebut “jurus wajib” buat siapapun yang mau jualan online. Jangan lupa masukin list ini kalo kamu mau belajar Digital Marketing ya!

More Insight

Scroll to Top